Follow us on Facebook

Setelah Bangkit Kenapa Mundur Lagi ?

Setelah Bangkit Kenapa Mundur Lagi ?


    Sebagaimana yang kita tahu, Negara Indonesia adalah Negara dengan umat muslim terbanyak di dunia. Bukan tanpa perjuangan, islam di Indonesia berkembang sedikit demi sedikit, dengan kesabaran para ulama terdahulu, hingga akhirnya berkembang hingga sejauh ini.


    Para ulama terdahulu, tidak hanya memikirkan urusan agama saja, namun mereka juga memikirkan kemaslahatan Negara. Imam bonjol contohnya tujuannya untuk memurnikan agama islam yang ada di Ranah Minang tak membuatnya ogah-ogahan untuk mempertahankan tanah airnya sendiri.

A. Kemunduran Islam

    Jika kita membaca atau mendengar sejarah tentang masa kejayaan islam, tentu kita merasakan betapa parahnya kondisi umat islam saat ini. Prestasinya tak pernah lagi kelihatan, penemuan-penemuan hebatnya tak pernah lagi kelihatan. Hingga akhirnya, umat islam kemudian tenggelam oleh zaman.
    Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, mulai dari penyebab internal hingga eksternal. Diantara faktor-faktor tersebut adalah :

1. Umat Islam Tak Lagi Mengindahkan Kitabullah dan As-sunnah

    Kitabullah dan As sunnah merupakan salah satu pondasi penting umat islam. Kitabullah dan As sunnah merupakan rujukan bagi setiap permasalahan yang di alami umat muslim, yang bila di tinggalkan akan berdampak besar bagi umat muslim sendiri. Zaman dahulu saat islam masih berjaya, banyak anak-anak yang telah menghafal al-quran sejak kecil, berbeda jauh dengan saat ini yang bahkan masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca al-quran.

    Maka benarlah apa yang di sampaikan nabi kita dalam hadisnya. Dari Ali bin abi Tholib ra berkata, bersabda Rasulullah saw : Akan datang pada ummatku suatu zaman, yang tidak tersisa dari dari islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari alqur’an kecuali tulisannya, masjid mereka ramai akan tetapi sepi dari petunjuk, ulama mereka sejelek-jelek manusia dikolong langit, darinya keluar fitnah dan kepada mereka fitnah tersebut kembali. (HR. Baihaqi)

2. Ikut-Ikutan

    Meninggalkan Kitabullah dan As sunnah membuat umat islam tak lagi memiliki prinsip, yang akhirnya membuat umat islam mencari pedoman hidup dari orang lain yang belum tentu benar.
Padahal Rasulullah SAW. telah memperingatkan hal ini dari jauh- jauh hari dalam hadisnya:
    “Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara Sunan, gaya-gaya orang-orang sebelum kalian satu jengkal, satu hasta, satu depa, secara bertahap sehingga sampai mereka memasuki lubang biawak sekalipun kalian akan mengikutinya”. Para sahabat bertanya, ”Yahudi dan Nasrani?”. Jawab Rasul, ”Siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhori)

3. Umat yang Mulai Terpecah belah

    Banyaknya organisasi serta partai-partai islam saat ini diakibatkan oleh keegoisan masing-masing yang tak mau menyatukan fikiran dan tak mau membuka hati untuk pendapat orang lain sehingga, terjadilah perpecahan umat seperti saat ini.

4. Pertempuran Antara yang Haq dan yang Bathil

    Musuh-musuh islam menggunakan berbagai macam cara untuk menjatuhkan umat islam. Mereka tak lagi menggunakanm fisik untuk menjatuhkan umat islam, namun mereka kini
menggunakan pemikiran mereka. Secara perlahan, umat islam digiring menuju kelompok yang tertindas, lalu pada saat umat ini telah kehilangan kepercayaan diri dan harapan disitulah mereka mendapatkan peluang untuk dimurtadkan.

B. Saat Singa Diusik

    Akibat umat islam tampak tak lagi berdaya seperti dahulu, orang- orang non muslim menjadi angkuh. Mereka merasa bisa melakukan apa saja kepada umat islam di negeri ini. Hingga suatu saat salah seorang dari mereka menista agama islam, yang membuat umat islam menjadi marah lantas mengumandangkan takbirnya, menciptakan persatuan umat. Persis seperti singa yang dibangunkan dari tidurnya. Jalanan menjadi putih saat itu, seluruh organisasi serta partai-partai islam bersatu, taka ada lagi yang saling membeda-bedakan. Semuanya berdiri demi membela agamanya.


    Umat islam benar-benar menunjukkan kekuatannya saat itu, seakan- akan berkata ‘kami tidaklah lemah’ kepada para musuh islam. Kejadian itu dikenal sebagai AKSI DAMAI 212.

C. Singa yang Kembali Tidur

    Hal yang mengecewakan-pun terjadi. Setelah menunjukkan semangat juangnya, umat islam jusru tampak seperti tak ada perubahan. Kejadian itu hanya menjadi bahan cerita di waktu luang, tak menjadi pendobrak semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Ternyata, singa yang telah bangun tersebut kembali tidur dan melanjutkan mimpinya.
    Bukan begitulah umat islam seharusnya, umat islam adalah umat yang belajar dari masa lalu. Umat Islam adalah umat yang tak pernah menyia-nyiakan setiap kejadian yang pernah di laluinya, karena setiap kejadian atau peristiwa adalah guru bagi seorang muslim sejati.

Writer: Muhammad Fadhil Al Faruqi