Santri tekno.
Banyak orang kira santri itu
cuman bisa ngaji sama kitab kuning saja, pada realitanya santri itu lebih dari
yang dikira. Seiring berkembangnya zaman semua mengikuti trend teknologi.
Santri juga nggak kalah ikut – ikutan, bahkan mereka lebih tahu teknologi dari
kita.
Hemat
untuk diri sendiri, boros untuk orang lain.
“ akhi bagi kertas dong “
“ lah, kan ente juga punya buku, kenapa nggak robek dari buku ente aja? “
“ ane lagi hemat “
“ lah, kan ente juga punya buku, kenapa nggak robek dari buku ente aja? “
“ ane lagi hemat “
Banyak santri seperti itu, yah
sampai – sampai temannya marah karena selalu merepotkan dirinya. Tapi, banyak
juga santri yang senang kalau punya teman seperti itu.
Niatnya buat persedian
se-bulan kedepan, eh… cuman dua hari habis ludes.
Persediaan untuk sebulan
biasanya akan dibawakan oleh para wali santri, judulnya memang untuk sebulan.
Pada realitanya stok tersebut akan ludes jauh sebelum waktu yang diperkirakan.
Karena faktor teman minta-lah, nyemil sampai nggak sadar makanannya menipis dan
lain hal.
Satu dijenguk, semua sejahtera.
Segalanya dengan antri.
Dipondok pasti selalu ada
antrian panjang santri – santri. Dari antrian makan, mandi, wudhu sampai surat
perizinan pun ikut antrian juga. Sampai –sampai ada yang tidak sabar mengantri
sehingga terjadilah selak – menyelak sampai keributan yang tak terhindarkan.
Masa tergabut dan terlama bagi santri.
Saat liburan diumumkan santri
akan terus membayangkan apa – apa yang ia akan lakukan nanti saat liburan. H-2
liburan terasa lama sekali, tengok jam berkali – kali sampai mengira “ ini jam
kok nggak gerak – gerak ? “. Tak ada kegiatan yang bisa menghilangkan titik
jenuh ini kecuali satu, tidur, tidur, dan tidur lagi.
Makan bareng.
Biar nggak ngambil makan
sendiri dan nyuci piringnya pun sendirian, satu solusi yang tepat yaitu,
makan bareng. Setiap anggota makan bareng bakal bagi tugas ada yang ngambil
makan dan ada yang nyuci piring. Disaat anggota bertambah banyak beralihlah
piring menjadi nampan.
Ngakalin apa aja.
“ ayo ke masjid yuk ! “
“ jangan langsung ke masjid, muter dulu lewat kelas”
“ emang kenapa?”
“kan semakin banyak langkah kaki menuju masjid semakin banyak juga pahalanya”
“ jangan langsung ke masjid, muter dulu lewat kelas”
“ emang kenapa?”
“kan semakin banyak langkah kaki menuju masjid semakin banyak juga pahalanya”
Masa – masa suram.
Sekarang tanggal 26
agustus, makanan menipis bahkan mau habis, kanker* melanda para santri
wajah –wajah murung pun terlihat, mau jajan pun susah belum lagi banyak
peralatan yang mendesak untuk dibeli jadi terpaksa pinjam duit dulu ke teman.
Obat yang paling ampuh ialah “ kiriman uang “.
*=> kantong kering
keganasan saat makanan datang.
Saat seorang santri atau wali
santri datang membawa makanan, para santri akan malu – malu terlebih dahulu
sebelum ada yang mengambil makanan tersebut
terlebih dahulu, dan disaat ada yang memulai maka terlihatlah keganasan
mereka bagai ikan piranha yang ganas ( nggak seganas itu juga sih…).
Darurat alat mandi.
Disaat santri tak lagi
mempunyai peralatan mandi yang memadai mereka akan meminta peralatan mandi
santri lainnya, bahkan ia minta – minta dari satu santri ke santri lainnya.
Sejuta konsekuensi.
Sekecil apapun pelanggaran
pasti ada konsekuensinya, terlebih di pesantren. Dari bending, pembotakan
sampai SPT. Tapi, setiap hukuman yang kita dapatkan akan menjadi kisah
tersendiri dimasa mendatang.
written by : Aradenta-Fareast
