Follow us on Facebook

Hal - Hal Unik Dari Seorang Santri


Santri tekno.

Banyak orang kira santri itu cuman bisa ngaji sama kitab kuning saja, pada realitanya santri itu lebih dari yang dikira. Seiring berkembangnya zaman semua mengikuti trend teknologi. Santri juga nggak kalah ikut – ikutan, bahkan mereka lebih tahu teknologi dari kita.

Hemat untuk diri sendiri, boros untuk orang lain.

“ akhi bagi kertas dong “
“ lah, kan ente juga punya buku, kenapa nggak robek dari buku ente aja? “
“ ane lagi hemat “
Banyak santri seperti itu, yah sampai – sampai temannya marah karena selalu merepotkan dirinya. Tapi, banyak juga santri yang senang kalau punya teman seperti itu.

Niatnya buat persedian se-bulan kedepan, eh… cuman dua hari habis ludes.

Persediaan untuk sebulan biasanya akan dibawakan oleh para wali santri, judulnya memang untuk sebulan. Pada realitanya stok tersebut akan ludes jauh sebelum waktu yang diperkirakan. Karena faktor teman minta-lah, nyemil sampai nggak sadar makanannya menipis dan lain hal.
Satu dijenguk, semua sejahtera.

Segalanya dengan antri.

Dipondok pasti selalu ada antrian panjang santri – santri. Dari antrian makan, mandi, wudhu sampai surat perizinan pun ikut antrian juga. Sampai –sampai ada yang tidak sabar mengantri sehingga terjadilah selak – menyelak sampai keributan yang tak terhindarkan.

Masa tergabut dan terlama bagi santri.

Saat liburan diumumkan santri akan terus membayangkan apa – apa yang ia akan lakukan nanti saat liburan. H-2 liburan terasa lama sekali, tengok jam berkali – kali sampai mengira “ ini jam kok nggak gerak – gerak ? “. Tak ada kegiatan yang bisa menghilangkan titik jenuh ini kecuali satu, tidur, tidur, dan tidur lagi.

Makan bareng.

Biar nggak ngambil makan sendiri dan nyuci piringnya pun sendirian, satu solusi yang tepat yaitu, makan bareng. Setiap anggota makan bareng bakal bagi tugas ada yang ngambil makan dan ada yang nyuci piring. Disaat anggota bertambah banyak beralihlah piring menjadi nampan.

Ngakalin apa aja.

“ ayo ke masjid yuk ! “
“ jangan langsung ke masjid, muter dulu lewat kelas”
“ emang kenapa?”
“kan semakin banyak langkah kaki menuju masjid semakin banyak juga pahalanya”

Masa – masa suram.

Sekarang tanggal  26  agustus, makanan menipis bahkan mau habis, kanker* melanda para santri wajah –wajah murung pun terlihat, mau jajan pun susah belum lagi banyak peralatan yang mendesak untuk dibeli jadi terpaksa pinjam duit dulu ke teman. Obat yang paling ampuh ialah “ kiriman uang “. 
*=> kantong kering

keganasan saat makanan datang.

Saat seorang santri atau wali santri datang membawa makanan, para santri akan malu – malu terlebih dahulu sebelum ada yang mengambil makanan tersebut  terlebih dahulu, dan disaat ada yang memulai maka terlihatlah keganasan mereka bagai ikan piranha yang ganas ( nggak seganas itu juga sih…).

Darurat alat mandi.

Disaat santri tak lagi mempunyai peralatan mandi yang memadai mereka akan meminta peralatan mandi santri lainnya, bahkan ia minta – minta dari satu santri ke santri lainnya.

Sejuta konsekuensi.

Sekecil apapun pelanggaran pasti ada konsekuensinya, terlebih di pesantren. Dari bending, pembotakan sampai SPT. Tapi, setiap hukuman yang kita dapatkan akan menjadi kisah tersendiri dimasa mendatang. 

written by : Aradenta-Fareast